Selasa, 27 Agustus 2024

Pengaruh Bullying dan Cyberbullying dalam Memprediksi Risiko Bunuh Diri pada Remaja Perempuan

   


   Mengambil dari salah satu jurnal di Science Direct yang berjudul "The effect of bullying and cyberbullying on predicting suicide risk in adolescent females: The mediating role of depression", jurnal ini berfokus pada peran depresi sebagai mediator dalam hubungan antara perundungan (bullying), perundungan dunia maya (cyberbullying), dan risiko bunuh diri pada remaja perempuan. Penelitian ini melibatkan 751 remaja perempuan di Kolombia dengan rentang usia 11 hingga 17 tahun. Para peserta dievaluasi menggunakan berbagai instrumen psikologis, termasuk Plutchik Suicide Risk Scale, Beck Depression Inventory, serta European Bullying Intervention Project Questionnaire dan Cyberbullying Intervention Project Questionnaire.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan dan perundungan dunia maya memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan gejala depresi pada remaja perempuan, yang pada gilirannya meningkatkan risiko bunuh diri. Depresi ditemukan memediasi hubungan antara peran sebagai korban dan pelaku dalam perundungan dan perundungan dunia maya dengan risiko bunuh diri. Studi ini mengungkapkan bahwa 45,5% dari remaja perempuan yang diteliti menunjukkan indikator risiko bunuh diri, dengan 58,4% di antaranya mengalami gejala depresi dan 21,8% mengalami gejala depresi yang parah.

    Secara keseluruhan, 85,1% remaja perempuan melaporkan pernah menjadi korban perundungan, dan 69,1% pernah menjadi korban perundungan dunia maya. Selain itu, 46,9% melaporkan pernah menjadi pelaku perundungan, dan 44,9% pernah menjadi pelaku perundungan dunia maya. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja perempuan yang menjadi korban perundungan dan perundungan dunia maya lebih mungkin mengalami depresi yang pada akhirnya meningkatkan risiko mereka untuk mencoba bunuh diri. Depresi, dalam hal ini, berfungsi sebagai mekanisme penjelas antara pengalaman perundungan dengan risiko bunuh diri.

  Studi ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana intervensi yang difokuskan pada pengurangan depresi dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah bunuh diri di kalangan remaja perempuan yang mengalami perundungan. Selain itu, penelitian ini menekankan perlunya intervensi pencegahan yang tidak hanya menargetkan perilaku perundungan tetapi juga faktor-faktor psikologis yang terkait, seperti depresi, yang dapat memperparah dampak perundungan terhadap kesehatan mental remaja. Studi ini memperkuat pemahaman bahwa perundungan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui depresi, memiliki dampak yang sangat merusak pada kesejahteraan mental remaja perempuan, dan oleh karena itu memerlukan perhatian khusus dalam upaya pencegahan bunuh diri (oleh Felisia Amanda Warih Haryogi).

Pengaruh Bullying dan Cyberbullying dalam Memprediksi Risiko Bunuh Diri pada Remaja Perempuan

       Mengambil dari salah satu jurnal  di Science Direct yang berjudul " The effect of bullying and cyberbullying on predicting suic...